| Giveaway Willie Salim Disebut Settingan, Kreator Konten Klarifikasi Format Hiburan. (Sc. Tiktok) |
Jakarta - Selasa, 27 Januari 2026 - Isu mengenai konten giveaway yang diunggah kreator konten populer Willie Salim kembali ramai di media sosial setelah seorang mantan talent mengungkapkan bahwa video giveaway tersebut bukan kejadian spontan, melainkan telah diatur oleh tim produksi sejak awal.
Pengakuan itu disampaikan oleh pria bernama Risky melalui kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo. Ia mengaku sebelumnya dihubungi oleh asisten Willie untuk berperan sebagai pengemudi ojek online yang “secara kebetulan” bertemu dengan Willie lalu diminta membantu mencari pohon pisang dengan imbalan Rp2 juta. Namun, menurut Risky, uang tersebut harus dikembalikan setelah proses syuting selesai, sehingga ia merasa adegan tersebut bersifat settingan produksi konten.
Willie Salim Angkat Bicara
Menanggapi tudingan konten settingan itu, Willie Salim memberi klarifikasi melalui unggahan Instagram Story. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berniat menipu atau merugikan siapa pun melalui konten yang dibuatnya. Willie menjelaskan bahwa dalam dunia konten digital sering digunakan teknik storytelling, dramatization, dan re-enactment sebagai bagian dari format hiburan, bukan sebagai tindakan penipuan.
“Aku jarang menanggapi isu, tapi karena ini sudah jadi konsumsi publik, aku merasa perlu meluruskan beberapa hal dengan kepala dingin,” tulis Willie dalam klarifikasinya, seperti dilansir sejumlah media. Ia juga menambahkan bahwa konten yang sedang ramai dibahas merupakan karya lama yang dibuat pada tahun 2023 dan menjadi bagian dari proses belajarnya sebagai kreator.
Sejak isu ini mencuat, nama Willie Salim kembali trending di pencarian Google News dan media sosial, memicu beragam reaksi netizen. Beberapa pihak mendukung klarifikasi Willie, sementara kritik lain mempertanyakan apakah sisi hiburan dan realitas dalam konten digital bisa dipahami secara luas oleh penonton.
Willie juga menyatakan bahwa ia terbuka terhadap kritik konstruktif, namun mengecam tindakan yang melampaui batas, seperti doxxing atau penyebaran data pribadi yang membuat dirinya dan orang di sekitarnya merasa tidak aman.
Artikel ini telah tayang di
Koran.co.id
Social Header