Surabaya, Jawa Timur - Kamis, 8 Januari 2026 - Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, terus didorong untuk mengembangkan keterampilan praktis melalui program magang reguler. Salah satu mahasiswa yang mengikuti program tersebut adalah Moch Dzikry Nur Alam, mahasiswa semester lima yang menjalani magang selama dua bulan di Divisi Komunikasi Untag Surabaya atau Komuntag.
Program magang ini berlangsung pada 28 Oktober hingga 28 Desember dan dirancang sebagai sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi. Selama mengikuti program tersebut, mahasiswa tidak hanya memahami konsep komunikasi secara teoritis, tetapi juga terlibat aktif dalam produksi berita dan informasi kampus yang dipublikasikan kepada masyarakat.
Dalam pelaksanaan magang, Dzikry berperan sebagai penulis berita dan bekerja dalam tim kecil yang terdiri dari tiga orang dengan pembagian peran sebagai penulis berita, admin, dan konten kreator. Pola kerja tim ini memberikan pengalaman nyata mengenai kolaborasi dalam dunia kerja, khususnya di bidang komunikasi dan media.
Sebagai penulis berita, Dzikry memiliki tanggung jawab untuk memproduksi minimal satu artikel setiap pekan. Artikel yang ditulis mencakup berbagai bentuk, mulai dari informasi kegiatan kampus, berita institusional, hingga liputan acara akademik dan nonakademik di lingkungan Untag Surabaya. Setiap tulisan dituntut untuk memenuhi kaidah jurnalistik, akurat, dan mudah dipahami pembaca.
“Menulis berita itu tidak sekadar menyampaikan informasi. Kita juga harus memahami siapa audiensnya dan bagaimana cara menyusun informasi agar pesan bisa diterima dengan jelas,” ujar Dzikry. Ia menambahkan bahwa proses analisis pembaca dan penyuntingan naskah menjadi bagian penting dalam menghasilkan tulisan yang nyaman dibaca.
Selain menulis, mahasiswa magang di Komuntag juga dibekali pengalaman peliputan langsung di lapangan. Kegiatan ini melatih mahasiswa untuk mengamati peristiwa, mengumpulkan data, serta menyusun informasi berdasarkan fakta yang ditemukan. Menurut Dzikry, pengalaman turun langsung ke lapangan memberikan pemahaman baru tentang ritme kerja jurnalistik.
“Ketika meliput acara, saya belajar bagaimana mengelola waktu, mencatat poin penting, dan menyusun berita dengan cepat tanpa menghilangkan akurasi,” katanya. Proses tersebut dinilai menjadi bekal penting bagi mahasiswa yang ingin menekuni dunia media dan komunikasi profesional.
Tak hanya itu, selama magang di Komuntag, Dzikry juga memperoleh pengalaman tambahan di luar tugas utama sebagai penulis. Ia terlibat dalam proses belajar teknik menulis yang benar, dasar-dasar penyuntingan naskah, hingga pengenalan editing video sederhana untuk kebutuhan konten komunikasi kampus.
“Magang ini membuka wawasan saya bahwa dunia komunikasi tidak berdiri sendiri. Penulis juga perlu memahami alur kerja tim, konten visual, dan bagaimana informasi disajikan secara utuh,” ungkapnya.
Melalui program magang ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya diharapkan mampu mengasah keterampilan praktis, membangun sikap profesional, serta meningkatkan kepekaan terhadap isu komunikasi di lingkungan kampus. Komuntag menjadi wadah pembelajaran yang mempertemukan teori perkuliahan dengan praktik nyata, sekaligus menyiapkan mahasiswa agar lebih siap menghadapi dunia kerja setelah lulus. (Moch Dzikry Nur Alam)
Social Header