Head Line

Terungkap Motif Khairun Nisa Nekat Jadi Pramugari Gadungan Batik Air, Begini Pengakuannya

Terungkap Motif Khairun Nisa Nekat Jadi Pramugari Gadungan Batik Air, Begini Pengakuannya. (Kolase X/@neVerAl0nely___, @ndymanoballl)

Jakarta - Sabtu, 10 Januari 2026 - Kasus wanita bernama Khairun Nisa yang nekat menyamar sebagai pramugari Batik Air akhirnya terungkap. Aksi pramugari gadungan tersebut viral setelah diketahui ikut penerbangan rute Palembang–Jakarta dengan mengenakan seragam mirip kru maskapai.

Khairun Nisa diketahui mengenakan seragam lengkap pramugari, mulai dari kebaya putih, rok batik, hingga tanda pengenal. Ia bahkan berhasil naik pesawat karena membeli tiket secara resmi layaknya penumpang umum.

Dari hasil pemeriksaan, terungkap motif Khairun Nisa nekat menjadi pramugari gadungan Batik Air. Ia mengaku ingin menyenangkan hati orang tuanya yang berharap dirinya bekerja sebagai pramugari. Sebelumnya, Khairun Nisa sempat mengikuti seleksi pramugari namun dinyatakan tidak lulus.

Karena merasa tertekan dan tidak ingin mengecewakan keluarga, Khairun Nisa akhirnya membeli seragam pramugari melalui toko online dan berangkat ke bandara dengan berpura-pura sebagai kru maskapai.

Aksi penyamaran tersebut terbongkar setelah kru Batik Air merasa curiga. Khairun Nisa terlihat gugup saat ditanya soal pendidikan dan pelatihan pramugari. Selain itu, corak rok yang dikenakannya juga tidak sesuai dengan standar seragam resmi Batik Air.

Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Khairun Nisa langsung diamankan petugas keamanan penerbangan untuk dimintai keterangan. Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa seragam, ID card palsu, dan koper.

Meski sempat menghebohkan publik, kasus pramugari gadungan Batik Air ini tidak berlanjut ke proses hukum. Pihak maskapai memilih menyelesaikan secara internal karena tidak ditemukan unsur pidana, dengan syarat Khairun Nisa membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.

Batik Air juga mengimbau masyarakat agar waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan maskapai, termasuk tawaran pekerjaan yang tidak berasal dari saluran resmi perusahaan.

Artikel ini telah tayang di 
Koran.co.id
© Copyright 2022 - KORAN