Akhirnya Pelaku Pengeroyokan di Ngabul Jepara Tertangkap

(foto screenshot dari video pengeroyokan yang viral di media sosial Jepara)




InilahBean.com - Jepara, 


Polisi berhasil menangkap empat orang yang terlibat pengeroyokan di kawasan Cemoro Cilik, Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, pada Kamis (19/5/2022).

Mereka berinisial RA (15), ABS (22), dan NDP (17). Tiga pemuda ini berasal dari Desa Ngeleng, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara. Dan satu pelaku lagi berinisial GS (16), warga Desa Sowan Lor, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara.



Aksi mereka saat mengeroyok dua warga Desa Surodadi, Kecamatan Kedung, Nurul Abidin (18) dan M. Badarudin Syah (14), terekam kamera warga  dan viral di media sosial. Kasatreskrim Polres Jepara AKP M. Fachrur Rozi mengatakan pihaknya langsung mencari korban dan pelaku setelah mengetahui kejadian di Ngabul setelah dua korban berhasil diketahui.



Orangtua korban tidak ingin melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Alasannya, kata dia, korban menyadari pengeroyokan itu terjadi buntut senggolan waktu nonton dangdut. 



Selain itu, saat itu korban terpengaruh minuman keras. Di sisi lain, keluarga pelaku juga meminta difasilitasi untuk keluarga korban di Polsek Kedung. "Sehingga terjadi perdamaian terhadap kedua belah pihak," kata Rozi, Sabtu (21/5/2022) malam.




Kendati demikian, Rozi mengungkapkan empat pelaku mendapat pembinaan dan pengawasan. Pelaku dikenakan wajib lapor saban Senin dan Kamis. Dia mengimbau kepada masyarakat agar mengawasi anak-anaknya. Pastikan tempat bermain anak-anak. Jangan sampai anak-anaknya melakukan hal yang aneh-aneh.



Sebelumnya diberitakan, dua kelompok pemuda terlibat bentrok di kawasan Cemoro Cilik, Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara dan kejadian itu terjadi pada Kamis (19/5/2022) sore.




Dalam video beredar di media sosial terlihat beberapa laki-laki membawa kayu dan senjata tajam. Mereka memukul korban yang saat mengendarai sepeda motor Beat. Setelah melakukan penyerangan, sekelompok pemuda itu pergi meninggalkan korban.




Kanit Reskrim Polsek Tahunan Aiptu Turmudi mengatakan, pihaknya belum menerima laporan terkait kejadian itu. Namun hasil penyelidikannya korban berjumlah dua orang yaitu "NA (18) dan MBS (14). Korban berasal dari Desa Surodadi, Kecamatan Kedung,"  ujarnya, Jumat (20/5/2022). 




Tidak Dibacok

Korban mengalami luka-luka di bagian kepala. Tidak ada luka bacok. Dia meluruskan informasi yang beredar di masyarakat telah ada pembacokan. Namun hasil penyelidikannya, korban tidak mengalami luka bacok.



Dia membenarkan gerombolan pelaku ada yang membawa senjata tajam berupa celurit, tapi tidak ada yang membacok. Turmudi juga menjelaskan dua kelompok tersebut memang memiliki riwayat permusuhan. Mereka terlibat bentrok setelah nonton pentas dangdut di daerah Desa Ngabul. Pihaknya mengamankan barang bukti batu dan dua kayu yang digunakan pelaku saat menyerang korban.***

Tag

Program Militer Dedi Mulyadi Dimulai: 39 Pelajar Nakal Resmi Jalani Pendidikan Karakter

Koran.co.id  – Sebanyak 39 siswa bermasalah asal Kabupaten Purwakarta resmi mengikuti program pendidikan karakter ala militer yang digagas oleh mantan Bupati Dedi Mulyadi. Program ini dimulai pada Kamis (1/5/2025) di barak militer Resimen Artileri Medan 1 Sthira Yudha, Batalyon Armed 9, Kecamatan Bungursari, Jawa Barat. Keberangkatan para siswa ke barak militer diwarnai suasana haru dan penuh tangis dari para orang tua. Banyak dari mereka berharap anak-anak mereka bisa berubah menjadi lebih disiplin dan bertanggung jawab. “Saya ikhlas demi kebaikan anak. Semoga jadi rajin dan nurut,” ujar Elly, salah satu orang tua siswa, sambil menitikkan air mata. Program ini ditujukan bagi siswa yang kerap bermasalah di sekolah, seperti membolos, melawan guru, hingga terlibat pergaulan bebas. Begitu tiba di barak, para siswa menjalani pemeriksaan kesehatan dan psikologis. Setelah itu, mereka akan mengikuti rutinitas ketat seperti salat berjamaah, olahraga pagi, menjaga kebersihan, pola makan ter...