Head Line

Warga Surabaya Terkejut, JPO Siola Tunjungan Dibongkar Dini Hari


Surabaya, Jawa Timur - Senin, 11 Agustus 2025 – Pembongkaran Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Siola di Jalan Tunjungan, Surabaya, pada dini hari mengejutkan warga. Jembatan yang telah menjadi ikon kota selama bertahun-tahun itu dibongkar oleh Pemerintah Kota Surabaya karena dinyatakan sudah tidak layak digunakan.

Pembongkaran dilakukan pada waktu lalu lintas sepi untuk menghindari kemacetan. Saat pagi tiba, warga yang melintas kaget melihat JPO sudah tidak ada. Pejalan kaki sementara diarahkan menggunakan tangga merah menuju koridor Co-Working Space atau bangunan di seberangnya.

Video pembongkaran yang beredar di media sosial memicu reaksi beragam.

@fitriyulian11 menulis, “Cantik sih, tapi rasanya ada yang kurang.”

@ajatmaja berkomentar, “Padahal apik, nggak ganggu pemandangan dan legendaris, karena embong kono iku termasuk cagar budaya & ikon Suroboyo.”

@dhanuadjy menambahkan, “Itu jalan yang ikonik, yang tak lekang dimakan zaman. Kenapa diubah?”

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa JPO Siola sudah tidak layak pakai berdasarkan kajian teknis, sehingga perlu dibongkar demi keselamatan pengguna.

“Jembatan itu kondisinya sudah rapuh dan tidak terintegrasi baik dengan bangunan sekitar. Akan diganti dengan jembatan baru yang lebih modern, terbuka, dan bisa menjadi tempat menikmati pemandangan Jalan Tunjungan,” kata Eri, dikutip dari Times Indonesia, Minggu (10/8/2025).

Pembangunan jembatan pengganti akan dibiayai melalui kerja sama dengan pihak swasta dan program Corporate Social Responsibility (CSR), tanpa menggunakan dana APBD. Targetnya selesai pada Desember 2025 dan bisa digunakan pada awal 2026.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Surabaya, Wiwiek Widayati, mengatakan keputusan pembongkaran bukan langkah mendadak. Hasil kajian tim independen awal 2025 menunjukkan struktur jembatan mengalami kerusakan parah, bahkan beberapa bagian runtuh.

“Ini demi keamanan warga. Kalau dibiarkan, risikonya terlalu besar,” ujar Wiwiek.


Artikel ini telah tayang di

0 Komentar

© Copyright 2022 - KORAN