SEMARANG – Di bawah kepemimpinan Wali Kota Agustina Wilujeng dan Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin, akses pendidikan di Semarang semakin terbuka. Melalui program Semarang Cerdas, Pemkot menuntaskan persoalan SPP tertunggak hingga ijazah yang lama tertahan di sekolah.
Sepanjang 2025, sebanyak 122 siswa dari keluarga kurang mampu mendapatkan pelunasan SPP dengan total Rp71,39 juta. Selain itu, 374 ijazah dari 36 sekolah berhasil dibagikan kepada pemiliknya, meski masih terdapat 10.335 ijazah dalam proses penyelesaian.
Capaian pendidikan Semarang juga menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2025 mencapai 85,80, tertinggi di Jawa Tengah, dengan rata-rata lama sekolah 11,11 tahun.
Pemkot turut mengalokasikan Rp25,79 miliar untuk 129 sekolah swasta melalui hibah operasional, memberikan beasiswa bagi ribuan siswa miskin berprestasi, serta membangun dan merehabilitasi ratusan ruang kelas.
Angka putus sekolah pun ditekan hingga 0 persen untuk SD/MI dan 0,01 persen untuk SMP/MTs pada 2025.
“Tidak boleh ada anak Semarang yang tidak sekolah karena alasan biaya. Pendidikan adalah hak semua anak,” tegas Agustina.
Social Header