Head Line

TPS Bugen Tlogosari Wetan Diresmikan, Warga Kini Bisa Dapat Manfaat Ekonomi dari Pilah Sampah

TPS Bugen Tlogosari Wetan Diresmikan, Warga Kini Bisa Dapat Manfaat Ekonomi dari Pilah Sampah
Semarang - Jumat, 6 Februari 2026 – Pemerintah Kota Semarang kembali memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan meresmikan TPS Bugen di Kelurahan Tlogosari Wetan, Kecamatan Pedurungan, Kamis (5/2). Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, yang menegaskan bahwa TPS ini bukan sekadar tempat penampungan, tetapi pusat edukasi dan pemberdayaan ekonomi warga.

TPS Bugen dirancang berbeda dari Tempat Pembuangan Sampah (TPS) pada umumnya. Fasilitas ini mendorong pemilahan sampah dari sumber, sehingga mampu mengurangi volume sampah yang dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

“TPS Tlogosari Wetan bukan sekadar fasilitas, tetapi simbol kebersamaan kita. Dengan TPS ini, warga dapat memilah sampah dari sumbernya sehingga volume sampah ke TPA bisa berkurang,” ujar Agustina.

TPS Bugen Jadi Pilot Project Pengelolaan Sampah Kota Semarang

Peresmian TPS Bugen disambut antusias warga. Menariknya, TPS ini menjadi salah satu yang dibangun tanpa penolakan masyarakat, berbeda dengan persoalan klasik penempatan TPS di banyak wilayah.

“Kalau TPS di pinggir jalan dibilang jelek, di tengah permukiman juga diprotes. Tapi setiap orang menghasilkan sampah. Mau dibuang ke mana kalau tidak ada TPS?” kata Agustina.
Karena konsepnya yang berbasis edukasi dan ekonomi, TPS Bugen akan dijadikan pilot project TPS percontohan di Kota Semarang.

TPS Bugen Kembangkan Budidaya Maggot untuk Olah Sampah Organik

Tidak hanya sebagai tempat pemilahan, TPS Bugen juga akan dikembangkan menjadi pusat budidaya maggot (larva Black Soldier Fly/BSF) untuk mengolah sampah organik. Program ini melibatkan tokoh masyarakat, pegiat lingkungan, serta akademisi.

Pemerintah Kota Semarang juga mendorong kerja sama dengan dapur produksi makanan seperti SPPG/MBG, agar sampah organik dapat dipilah dan dimanfaatkan sebagai pakan maggot.

“Kalau kita ingin perubahan budaya bersih kota, prosesnya harus dimulai dari TPS. TPS ini harus hidup secara ekonomi dan berdampak bagi lingkungan,” tambahnya.

1.200 Ton Sampah per Hari, Semarang Butuh Sistem 3R yang Kuat

Berdasarkan data pengelolaan limbah perkotaan, timbulan sampah di Kota Semarang mencapai lebih dari 1.200 ton per hari. Namun, hanya sebagian yang dikelola melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Sampah yang menyumbat saluran air dan sungai kerap menjadi penyebab genangan saat musim hujan, terutama di kawasan timur kota termasuk Tlogosari. Hal ini menunjukkan pentingnya pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga.

Tantangan Pengelolaan Sampah di Tlogosari Wetan

Kelurahan Tlogosari Wetan memiliki luas sekitar 1,25 km² dengan permukiman padat. Kondisi dataran rendah dan curah hujan tinggi membuat sampah organik dan plastik yang dibuang sembarangan mudah terbawa aliran air dan memperparah masalah lingkungan.

Dengan hadirnya TPS Bugen, warga diharapkan semakin aktif melakukan pemilahan, pengurangan, dan pemanfaatan ulang sampah. Wilayah ini juga telah menjalankan program bank sampah, yang memberi nilai ekonomi pada sampah terpilah.

TPS Bugen Diharapkan Tingkatkan Ekonomi dan Kebersihan Lingkungan

Pemerintah Kota Semarang memastikan pengoperasian TPS akan disertai pendampingan dan sosialisasi berkelanjutan agar program berjalan optimal.

“Program ini harus menjadi inspirasi lintas kelurahan, karena kota bersih dimulai dari rumah kita sendiri,” tegas Agustina.

Tokoh masyarakat dan kader lingkungan menyambut positif peresmian TPS ini. Warga optimistis TPS Bugen tidak hanya meningkatkan kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi dari pengelolaan sampah terpilah.

Artikel ini telah tayang di 
Koran.co.id
© Copyright 2022 - KORAN