JAKARTA – Aktivis hak asasi manusia Andrie Yunus yang juga menjabat sebagai Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu, Andrie Yunus baru saja selesai melakukan kegiatan diskusi dan perekaman podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).
Dalam perjalanan pulang, dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor mendekati korban. Tanpa diduga, salah satu pelaku menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah Andrie Yunus sebelum akhirnya melarikan diri dari lokasi kejadian.
Akibat serangan tersebut, Andrie Yunus mengalami luka pada beberapa bagian tubuh, di antaranya wajah, tangan, dada, dan mata. Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian memberikan pertolongan kepada korban sebelum dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
KontraS: Teror Tidak Akan Menghentikan Perjuangan
Pihak KontraS mengecam keras aksi penyiraman air keras yang menimpa salah satu aktivisnya. Mereka menilai serangan tersebut merupakan bentuk intimidasi terhadap pembela hak asasi manusia yang selama ini aktif menyuarakan kritik dan memperjuangkan keadilan bagi korban pelanggaran HAM.
Meski demikian, organisasi tersebut menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak akan menghentikan langkah mereka dalam memperjuangkan nilai-nilai demokrasi dan penegakan hak asasi manusia di Indonesia.
KontraS juga meminta aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut serta menangkap para pelaku yang bertanggung jawab atas aksi kekerasan terhadap Andrie Yunus.
Hingga saat ini aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Polisi disebut tengah mengumpulkan berbagai alat bukti, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, guna mengidentifikasi pelaku.
Kasus ini pun mendapat perhatian luas dari berbagai organisasi masyarakat sipil dan aktivis HAM yang mendesak agar proses hukum dilakukan secara transparan dan pelaku segera diadili.
Serangan terhadap Andrie Yunus dinilai menjadi pengingat pentingnya perlindungan terhadap para pembela HAM yang selama ini bekerja memperjuangkan keadilan serta perlindungan bagi masyarakat.
Social Header