Head Line

Mobee Ajak Mahasiswa UGM Jelajahi Potensi Blockchain sebagai Fondasi Infrastruktur Keuangan Masa Depan

Mobee Ajak Mahasiswa UGM Jelajahi Potensi Blockchain sebagai Fondasi Infrastruktur Keuangan Masa Depan

Yogyakarta – Platform kripto Indonesia, Mobee, mengajak mahasiswa memahami potensi teknologi blockchain sebagai fondasi infrastruktur keuangan masa depan melalui seminar bertajuk “Zero to Crypto: Blockchain sebagai Infrastruktur Sistem Keuangan Modern.” Kegiatan ini digelar di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM).

Seminar tersebut diselenggarakan bersama UGM Blockchain Club dan komunitas CryptoIndo Jogja. Agenda ini menyoroti perubahan peran blockchain yang kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai instrumen investasi, melainkan mulai berkembang menjadi lapisan penting dalam sistem keuangan modern.

Acara yang juga didukung oleh perusahaan stablecoin global Tether ini membahas berbagai aspek teknologi blockchain, mulai dari distributed ledger, mekanisme konsensus, hingga smart contracts yang semakin terintegrasi dalam arsitektur sistem keuangan nasional.

Seminar menghadirkan sejumlah pembicara yang membahas ekosistem blockchain dari sisi teknologi hingga kebijakan publik. Salah satunya adalah Febi Mettasari, Co-Founder PIVY, yang menjelaskan perkembangan penggunaan blockchain yang kini meluas ke stablecoin serta konsep Real-World Assets (RWA).

Dari sisi regulasi, Fayza Nur M selaku Public Policy & Government Relations Asosiasi Blockchain Indonesia menyoroti pentingnya tata kelola dalam menjaga stabilitas ekosistem aset digital di Indonesia. Ia menilai regulasi menjadi elemen penting agar inovasi teknologi tetap berjalan selaras dengan perlindungan konsumen.

Sementara itu, Rifta Titania dari Mobee Compliance menegaskan bahwa transparansi serta pengawasan melalui mekanisme Know Your Customer (KYC) dan Anti-Money Laundering (AML) menjadi fondasi utama agar teknologi blockchain dapat dipercaya oleh publik maupun institusi keuangan.

Menurutnya, kepatuhan terhadap regulasi menjadi faktor kunci agar teknologi ini dapat diterima sebagai bagian dari infrastruktur sistem keuangan nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Ir. Noor Akhmad Setiawan selaku dosen pembimbing UGM Blockchain Club menilai kegiatan seperti ini penting untuk membuka wawasan mahasiswa teknologi.

“Acara ini menggugah kesadaran mahasiswa bahwa blockchain bukan sekadar aset spekulatif, tetapi fondasi penting bagi infrastruktur keuangan masa depan. Kegiatan seperti ini mendorong generasi muda untuk memahami dan berkontribusi dalam pengembangan teknologi strategis tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan teknologi blockchain, terlebih dengan semakin terbukanya ruang kebijakan untuk berbagai inovasi digital di sektor keuangan.

Melalui kegiatan edukasi ini, Mobee berupaya memosisikan diri sebagai jembatan antara sistem keuangan tradisional dengan ekosistem aset digital yang legal, transparan, serta berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan.
© Copyright 2022 - KORAN