Jakarta, DKI Jakarta - Rabu, 1 Oktober 2025 – Harga asli BBM jenis Pertalite akhirnya diungkap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Menurutnya, harga Pertalite sebelum mendapat subsidi pemerintah ternyata mencapai Rp 11.700 per liter, bukan Rp 10.000 seperti yang banyak diyakini masyarakat.
Pertalite Bukan Rp 10.000
Purbaya menegaskan bahwa anggapan harga Pertalite Rp 10.000 per liter tidak tepat.
“Harga dasar Pertalite sebenarnya Rp 11.700 per liter, pemerintah yang menanggung selisihnya melalui subsidi energi,” jelasnya.
Dengan demikian, harga jual Pertalite yang saat ini dinikmati masyarakat jauh di bawah harga aslinya.
Subsidi BBM Jadi Beban APBN
Selisih harga Pertalite ini ditanggung langsung oleh negara melalui subsidi energi. Pemerintah menyiapkan anggaran besar agar harga BBM, solar, hingga LPG tetap stabil.
Namun, kondisi ini juga menambah tekanan pada APBN 2025, terlebih di tengah kenaikan harga minyak global.
Dampak Pengungkapan Harga Pertalite
Transparansi Subsidi: Publik kini mengetahui harga riil Pertalite sebelum subsidi.
• Beban Fiskal: Subsidi energi membengkak, menekan ruang fiskal negara.
• Kebijakan Energi ke Depan: Pemerintah bisa mengevaluasi agar subsidi lebih tepat sasaran.
Harga asli Pertalite sebesar Rp 11.700 per liter menunjukkan besarnya subsidi yang digelontorkan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat. Fakta ini sekaligus meluruskan anggapan bahwa harga Pertalite hanya Rp 10.000 per liter.
Artikel ini telah tayang di
Koran.co.id
Social Header