Head Line

Program Penanaman 1.000 Pohon Gaharu Perkuat Konservasi Hutan di Kalimantan



Program Penanaman 1.000 Pohon Gaharu Perkuat Konservasi Hutan di Kalimantan
Kalimantan, Sabtu, 22 November 2025 - Kalimantan kembali menjadi pusat perhatian melalui kegiatan penanaman 1.000 pohon Gaharu jenis Aquilaria malaccensis pada 13 November 2025. Program ini diselenggarakan oleh PT Dongyang Herbal Indonesia dengan dukungan Dongyang Herb Co., Ltd., Dongyang Herb Medifood Co., Ltd., serta KGC Ginseng Corporation. Pelaksanaan berada di bawah pengawasan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah untuk memastikan kehati-hatian serta pemenuhan ketentuan konservasi, termasuk kepatuhan terhadap regulasi CITES yang mengatur perdagangan spesies terancam.

Upaya ini tidak sekadar penanaman pohon, tetapi bagian dari strategi jangka panjang menjaga kelestarian Gaharu sebagai komoditas bernilai tinggi. Selama bertahun-tahun, Aquilaria malaccensis menghadapi tekanan berlebih akibat eksploitasi tanpa pengelolaan memadai. Penanaman yang mengikuti standar konservasi resmi ini menjadi dorongan baru bagi rehabilitasi hutan dan pelestarian spesies yang populasinya semakin menyusut.

Penanaman 1.000 pohon ini juga memperkuat sistem konservasi berbasis sains. Dengan keterlibatan mitra dari Korea, program mencakup rencana penelitian genetika, pengembangan Father Tree Zone, serta pemantauan pertumbuhan berkelanjutan. Pendekatan ilmiah ini menjadi kunci dalam membangun ekosistem pembibitan yang mampu memastikan keberlanjutan populasi Gaharu. Melalui sistem traceability sejak tahap benih, program ini membuka jalan bagi terbentuknya rantai pasok konservatif yang bertanggung jawab.

Pelibatan BKSDA Kalimantan Tengah turut memastikan keterpaduan antara konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan. Verifikasi bibit, peninjauan lahan, serta pengawasan intensif selama penanaman dilakukan agar kegiatan sesuai standar yang berlaku. Mekanisme ini diharapkan menjadi model kolaborasi bagi berbagai program konservasi di masa mendatang.

Perwakilan Dongyang Herb menyampaikan bahwa konservasi Gaharu tidak dapat dicapai tanpa kerja sama lintas negara yang terencana. Mereka menegaskan bahwa program ini merupakan integrasi antara konservasi sumber daya, penelitian ilmiah, dan pembangunan industri yang saling mendukung. Pandangan ini diperkuat Dongyang Herb Medifood yang menilai keberlanjutan hanya dapat dicapai melalui sistem traceability yang kuat dan pengelolaan yang transparan sejak awal.

Program ini juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat lokal. Area penanaman dikembangkan sebagai ruang pembelajaran dan pelatihan pengelolaan tanaman jangka panjang. Melalui pendampingan kepada petani, program ini membuka peluang ekonomi baru yang berkelanjutan. Selain itu, kolaborasi penelitian dengan universitas dan lembaga daerah memberikan kesempatan transfer pengetahuan serta penguatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan hutan.

Penanaman Gaharu ini tidak hanya menjadi bagian dari upaya konservasi, tetapi juga langkah nyata menuju pemulihan kualitas lingkungan. Selain memberikan manfaat ekologis seperti penyerapan karbon, peningkatan produksi oksigen, dan pencegahan erosi, program ini diharapkan dapat menghidupkan kembali keanekaragaman hayati di kawasan tersebut. Dengan pendekatan konservasi terukur dan kerja sama internasional yang kuat, program ini menjadi fondasi penting bagi masa depan pelestarian Gaharu dan keberlanjutan hutan di Kalimantan.

Artikel ini telah tayang di 
Koran.co.id
© Copyright 2022 - KORAN