Head Line

Urgensi Public Speaking sebagai Kunci Daya Saing Generasi Z di Era Digital

Urgensi Public Speaking sebagai Kunci Daya Saing Generasi Z di Era Digital. (Freepik)

Generasi Z merupakan generasi yang lahir dan tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Internet, media sosial, serta berbagai platform komunikasi daring telah membentuk pola pikir, cara berinteraksi, dan cara mengekspresikan diri generasi ini. Gen Z dikenal kreatif, kritis, dan adaptif terhadap perubahan. Namun, di balik kemudahan komunikasi digital tersebut, muncul tantangan yang cukup serius, yaitu menurunnya kemampuan berkomunikasi secara langsung di depan publik atau yang dikenal dengan public speaking. Padahal, keterampilan ini tetap menjadi kebutuhan utama dalam berbagai aspek kehidupan.

Di era serba digital, berbicara di depan umum sering dianggap kurang penting karena banyak aktivitas komunikasi dilakukan melalui pesan singkat, media sosial, atau pertemuan virtual. Anggapan ini keliru, sebab public speaking justru menjadi keterampilan fundamental yang sangat dibutuhkan oleh Generasi Z, terutama dalam dunia pendidikan, dunia kerja, dan ruang publik. Kemampuan menyampaikan gagasan secara jelas, sistematis, dan meyakinkan merupakan modal penting untuk bersaing serta berkontribusi secara aktif di tengah masyarakat yang semakin kompetitif.

Public speaking tidak sekadar berbicara di hadapan banyak orang, melainkan seni menyampaikan pesan dengan struktur yang baik, bahasa yang tepat, serta ekspresi verbal dan nonverbal yang meyakinkan. Bagi Generasi Z, keterampilan ini dibutuhkan dalam berbagai situasi, seperti presentasi akademik, diskusi kelompok, wawancara kerja, kegiatan organisasi, hingga peran sebagai konten kreator di ruang digital. Tanpa penguasaan public speaking yang memadai, ide dan potensi besar yang dimiliki Generasi Z berisiko tidak tersampaikan secara optimal.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak Generasi Z masih mengalami kesulitan ketika harus berbicara di depan umum. Rasa gugup, cemas, dan takut melakukan kesalahan sering kali muncul, terutama karena kebiasaan berkomunikasi melalui layar gawai yang minim interaksi tatap muka. Akibatnya, kemampuan komunikasi langsung menjadi kurang terasah. Padahal, dunia nyata—baik akademik maupun profesional—tetap menuntut kemampuan berbicara secara langsung yang efektif dan meyakinkan.

Tuntutan dunia kerja saat ini semakin menegaskan pentingnya public speaking. Perusahaan dan instansi tidak hanya menilai kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan komunikasi, kerja sama tim, dan kemampuan mempresentasikan ide. Generasi Z yang mampu berbicara dengan percaya diri cenderung memiliki nilai tambah, peluang karier yang lebih besar, serta citra diri yang lebih profesional. Sebaliknya, kurangnya kemampuan public speaking dapat menjadi hambatan dalam pengembangan karier dan kepemimpinan.

Selain dalam dunia kerja, public speaking juga berperan penting dalam ranah sosial dan publik. Generasi Z sering disebut sebagai agen perubahan karena kepeduliannya terhadap isu-isu sosial, lingkungan, dan keadilan. Namun, kepedulian tersebut perlu diiringi dengan kemampuan menyampaikan aspirasi secara efektif agar dapat diterima dan dipahami oleh masyarakat luas. Dalam konteks ini, public speaking menjadi jembatan antara ide, suara, dan tindakan nyata.

Penguasaan public speaking sebaiknya dilatih sejak dini, khususnya pada masa remaja dan mahasiswa yang merupakan fase pembentukan karakter. Melalui latihan yang konsisten, keterlibatan dalam organisasi, serta pemanfaatan teknologi secara bijak, Generasi Z dapat mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum secara bertahap. Kesalahan dalam berbicara seharusnya dipandang sebagai bagian dari proses belajar, bukan sebagai kegagalan.

Dengan demikian, public speaking perlu dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi Generasi Z. Keterampilan ini tidak hanya membangun kepercayaan diri dan kemampuan berpikir kritis, tetapi juga memperkuat peran generasi muda dalam dunia akademik, profesional, dan kehidupan bermasyarakat. Generasi Z yang menguasai public speaking akan menjadi generasi yang mampu menyuarakan gagasan, memimpin perubahan, dan menghadapi tantangan masa depan dengan lebih matang, percaya diri, dan berdaya saing.


Penulis : Khoirotus Sabila -1152300053
Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNTAG 1945 Surabaya

Artikel ini dibuat untuk pemenuhan tugas evaluasi akhir semester, mata kuliah PUBLIC SPEAKING dengan dosen pengampu Bpk. Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A.


© Copyright 2022 - KORAN