Head Line

Mohan Hazian Diberhentikan dari Thanksinsomnia Usai Isu Dugaan Pelecehan Seksual Viral di Media Sosial

Mohan Hazian Diberhentikan dari Thanksinsomnia Usai Isu Dugaan Pelecehan Seksual Viral di Media Sosial. (Instagram Mohanhazian)

Jakarta - Selasa, 10 Februari 2026 — Mohan Hazian, pendiri dan figur publik di balik brand fashion lokal Thanksinsomnia, resmi diberhentikan dari semua peran di perusahaan menyusul dugaan kasus pelecehan seksual yang viral di media sosial dan menyeret namanya hingga menjadi perbincangan luas netizen. 

Manajemen Thanksinsomnia mengumumkan bahwa sejak 9 Februari 2026, Mohan tidak lagi aktif dalam hubungan kerja sama maupun kepemilikan brand tersebut, meski isu yang berkembang disebut sebagai masalah pribadi dan tidak berkaitan langsung dengan operasional brand. 

Kabar pemberhentian itu muncul setelah sebuah utas postingan di platform X (Twitter) oleh pengguna @aarummanis yang mengklaim mengalami tindakan tidak pantas saat melakukan sesi pemotretan untuk brand tersebut, memicu reaksi publik dan seruan luas terhadap Mohan. 

Pernyataan Mohan Hazian & Reaksi Publik

Mohan kemudian membantah seluruh tuduhan tersebut melalui unggahan di Instagram, mengatakan bahwa tuduhan itu tidak berdasar dan telah merugikan reputasi pribadi, brand, serta keluarga yang ikut terdampak. Ia juga sempat menjanjikan konferensi pers untuk menjelaskan klarifikasi terkait isu ini. 

Namun kemudian Mohan memilih untuk menyampaikan pernyataan tertulis, termasuk permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi, sambil menegaskan bahwa dirinya tidak seperti yang dituduhkan dan menolak label sebagai pelaku kekerasan seksual. 

Dampak dugaan kasus ini meluas ke kerja sama profesional lainnya. Beberapa pihak, termasuk penerbit Shira Media, telah menghentikan kontrak dan menarik buku karya Mohan dari pasaran sebagai respons atas isu yang ramai diperbincangkan. 

Selain itu, sejumlah pengakuan serupa dari individu lain mulai bermunculan di media sosial meskipun belum ada pernyataan resmi dari pihak berwajib terkait keberlanjutan proses hukum atas kasus ini. 

Kasus ini bermula dari unggahan korban yang mengaku bahwa dugaan peristiwa tersebut terjadi saat sesi pemotretan pada Mei 2025, kemudian menjadi viral pada awal Februari 2026 setelah dibagikan di platform X. Hingga saat ini, informasi yang beredar masih didasarkan pada pengakuan pribadi di media sosial dan belum ada penyelesaian hukum yang dipublikasikan. 

Artikel ini telah tayang di 
Koran.co.id
© Copyright 2022 - KORAN