Head Line

Leonardo Hutabarat: Use Case Keamanan Efektif Tekan Risiko Siber dan Dampak Bisnis

Jakarta, DKI Jakarta - Rabu, 31 Desember 2025 – Lanskap ancaman digital yang terus berubah menuntut perusahaan untuk meninggalkan metode pertahanan konvensional yang kaku. Risiko siber kini tidak hanya mengancam aspek teknis, tetapi juga berpotensi menghentikan operasional dan merusak reputasi jangka panjang. Menghadapi tantangan ini, Leonardo Ezra Partukkoan Hutabarat, seorang profesional di bidang keamanan data dan siber, menilai bahwa pendekatan keamanan berbasis use case semakin relevan dan mendesak untuk diadopsi oleh pelaku usaha di berbagai sektor.

Leonardo menjelaskan bahwa banyak perusahaan sering kali terjebak dalam pembelian perangkat keamanan canggih tanpa strategi penerapan yang kontekstual. Akibatnya, sistem keamanan menghasilkan ribuan notifikasi yang tidak relevan, sementara ancaman nyata justru lolos dari pengawasan. Ia menekankan bahwa sistem keamanan siber yang efektif harus dirancang berdasarkan skenario risiko atau use case yang paling mungkin terjadi pada lingkungan bisnis tersebut. Skenario ini mencakup simulasi serangan nyata seperti penyalahgunaan akun, kebocoran data internal, hingga serangan yang memanipulasi kredensial sah karyawan.

Pendekatan ini berfungsi sebagai jembatan krusial antara kebutuhan teknis tim IT dan kepentingan strategis manajemen bisnis. Leonardo menyebutkan bahwa use case keamanan yang dirancang dengan matang memiliki dampak langsung terhadap efisiensi operasional. Tim keamanan tidak lagi membuang waktu untuk menelusuri peringatan palsu atau false positive, melainkan memfokuskan seluruh sumber daya pada insiden yang benar-benar memiliki implikasi merusak terhadap bisnis.

Akurasi Deteksi dan Respons Insiden

Dalam praktiknya, implementasi use case berkontribusi signifikan terhadap percepatan deteksi dan respons insiden. Leonardo menyoroti pentingnya peran Security Operations Center (SOC) yang bekerja berdasarkan prioritas risiko. Dengan memetakan pola perilaku normal dan anomali melalui skenario yang spesifik, SOC dapat mengidentifikasi ancaman jauh lebih awal sebelum kerusakan besar terjadi. Hal ini membuat pertahanan siber menjadi lebih proaktif, bukan sekadar reaktif menunggu adanya laporan kerusakan.

Penerapan teknologi pendukung seperti analitik perilaku dan otomasi investigasi menjadi kunci keberhasilan strategi ini. Leonardo merujuk pada pemanfaatan platform modern seperti Exabeam yang memungkinkan perusahaan mengelola risiko siber secara lebih terukur. Teknologi ini membantu mengotomatisasi proses investigasi rutin, sehingga analis keamanan dapat mengambil keputusan strategis dengan lebih cepat. Kombinasi antara use case yang tepat dan teknologi analitik yang kuat menciptakan ekosistem keamanan yang tangguh dan responsif.

Penyelarasan dengan Tata Kelola Perusahaan

Lebih jauh, Leonardo menilai bahwa keamanan siber kini telah bertransformasi menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi tata kelola dan manajemen risiko perusahaan good corporate governance. Keamanan siber tidak boleh lagi dipandang sebagai isu teknis semata yang hanya menjadi tanggung jawab departemen IT. Sistem keamanan yang dibangun selaras dengan kebutuhan bisnis dan regulasi akan membantu perusahaan menjaga keberlangsungan operasional sekaligus memenuhi tuntutan kepatuhan yang semakin ketat.

Leonardo menegaskan bahwa kepercayaan pasar sangat bergantung pada bagaimana perusahaan melindungi data sensitif pelanggan dan mitra bisnis. Insiden siber yang tidak tertangani dengan baik dapat meruntuhkan kepercayaan tersebut dalam sekejap. Oleh karena itu, investasi pada keamanan berbasis use case sejatinya adalah investasi pada keberlanjutan bisnis itu sendiri.

Dengan strategi yang tepat, perusahaan dapat mengubah persepsi keamanan siber dari pusat biaya menjadi enabler bisnis yang vital. Leonardo Hutabarat terus mendorong para pemangku kepentingan untuk melihat keamanan siber secara holistik, di mana ketahanan teknis berjalan beriringan dengan tujuan bisnis dan kepatuhan regulasi. Langkah ini memastikan perusahaan tetap kompetitif dan aman di tengah era digital yang penuh risiko.

Artikel ini telah tayang di 

Koran.co.id

© Copyright 2022 - KORAN