Jakarta, DKI Jakarta - Senin, 5 Januari 2026 — Lagu berbahasa Indonesia kini tak hanya populer di dalam negeri, tetapi juga mulai menggema di Eropa. Fenomena ini terjadi berkat Nusantara Beat, band asal Belanda yang konsisten membawakan lagu-lagu dengan lirik bahasa Indonesia dan nuansa musik era 1970-an.
Nusantara Beat berasal dari Amsterdam, Belanda, dan dikenal mengusung genre psychedelic, funk, dan world music. Meski seluruh personelnya bukan berasal dari Indonesia, band ini justru menjadikan bahasa Indonesia sebagai ciri khas utama dalam karya-karyanya.
Band ini digawangi oleh Jordy Sanger, Megan de Klerk, Michael Joshua, Rouzy Portier, Sonny Groeneveld, dan Gino Groeneveld. Megan de Klerk selaku vokalis tampil fasih menyanyikan lagu-lagu berbahasa Indonesia, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton Eropa.
Album dan Lagu Berbahasa Indonesia
Nusantara Beat telah merilis album debut bertajuk Nusantara Beat yang berisi 11 lagu. Beberapa lagu yang mencuri perhatian antara lain Ke Masa Lalu, Di Pantai, Bunga Mekar, Gapura, dan Cinta Itu Menyakitkan. Seluruh lagu tersebut ditulis dan dinyanyikan dalam bahasa Indonesia.
Selain album, Nusantara Beat juga merilis sejumlah single populer seperti Djanger, Sifat Manusia, Mang Becak, Layung, dan Kota Bandung. Judul-judul lagu ini kental dengan nuansa Indonesia dan berhasil menarik minat pendengar mancanegara.
Tur Eropa dan Australia
Popularitas Nusantara Beat terus meningkat seiring tur konser di berbagai negara Eropa seperti Belanda, Prancis, dan Inggris. Band ini juga melebarkan sayap dengan tampil di Australia, memperkenalkan lagu-lagu berbahasa Indonesia ke audiens global.
Kehadiran Nusantara Beat menjadi bukti bahwa musik Indonesia dan bahasa Indonesia memiliki daya tarik universal. Dengan konsep unik dan konsisten, band asal Belanda ini sukses membawa warna Nusantara ke panggung musik internasional.
Artikel ini telah tayang di
Koran.co.id
Social Header